Visi keilmuan merupakan pernyataan arah pengembangan ilmu pengetahuan yang menjadi acuan bagi seluruh aktivitas akademik Departemen, mulai dari pengembangan kompetensi dosen, perancangan kurikulum, hingga penentuan tema riset unggulan. Berbeda dengan visi institusional yang bersifat aspirasional, visi keilmuan berfungsi sebagai peta jalan intelektual yang mengartikulasikan apa yang ingin dikembangkan, bagaimana pendekatannya, dan untuk tujuan apa keilmuan Teknik Industri UI dikembangkan dalam periode 2026–2030. Perumusan visi ini didasarkan pada tiga pertimbangan utama: perkembangan disiplin Teknik Industri secara global, kekuatan kapasitas akademik internal Departemen, serta kebutuhan eksternal dari industri dan kebijakan publik di Indonesia yang menuntut pendekatan sistemik, berbasis data, dan berorientasi keberlanjutan.
Visi keilmuan Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia adalah:
“Mengembangkan keilmuan Rekayasa Sistem Produk-Jasa Berkelanjutan yang Berpusat pada Manusia dan Berbasis Data untuk mendukung pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan dalam sistem sosio-teknikal yang kompleks.”
(In English)
“Advancing knowledge in Sustainable Product-Service Systems Engineering through Human-Centric and Data-Driven Approaches to support Decision Making and Policy Formulation within complex socio-technical systems.”
Visi keilmuan ini dapat diuraikan melalui tiga dimensi yang saling terhubung. Pertama, dari sisi domain atau objek, Departemen menempatkan Rekayasa Sistem Produk-Jasa (Product-Service Systems Engineering) sebagai inti keilmuan, yang mencakup baik rekayasa sistem produk maupun rekayasa sistem jasa sebagai dua sisi dari satu kontinum nilai. Pendekatan ini melampaui dikotomi tradisional antara manufaktur dan layanan, dengan menekankan bahwa nilai ekonomi dan sosial diciptakan melalui integrasi keduanya dalam satu sistem yang terpadu.
Kedua, dari sisi atribut atau orientasi, pengembangan keilmuan ini diarahkan oleh tiga paradigma yang bersifat komplementer: berkelanjutan (sustainable), yang menegaskan bahwa seluruh pengembangan sistem diarahkan pada keseimbangan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan sepanjang siklus hidupnya; berpusat pada manusia (human-centered), yang menempatkan manusia — baik sebagai pengguna, pekerja, maupun pengambil keputusan — sebagai titik berangkat dan tujuan akhir perancangan sistem; serta berbasis data (data-driven), yang mencerminkan komitmen bahwa setiap keputusan dalam sistem industri dan layanan didasarkan pada data, analitik, dan pemodelan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ketiga, dari sisi tujuan atau fungsi, keilmuan yang dikembangkan diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata pada dua level: pengambilan keputusan (decision-making) pada level operasional dan manajerial di dalam sistem industri, serta perumusan kebijakan (policy formulation) pada level strategis dan publik. Dengan demikian, visi keilmuan ini memosisikan Teknik Industri bukan sekadar sebagai disiplin teknis, melainkan sebagai ilmu rekayasa sistem yang relevan terhadap kompleksitas sosio-teknikal dan tantangan kebijakan nasional.
Untuk memastikan visi keilmuan ini memiliki pijakan yang kuat pada kapasitas nyata Departemen, dilakukan serangkaian pemetaan yang menghubungkan tiga elemen secara berurutan: kompetensi dosen, kerangka keilmuan ISEBoK, dan dimensi-dimensi visi keilmuan. Industrial and Systems Engineering Body of Knowledge (ISEBoK) dipilih sebagai kerangka acuan karena menyediakan taksonomi 14 area keilmuan Teknik Industri yang terstandar secara internasional, sehingga memungkinkan evaluasi yang sistematis dan objektif terhadap kesesuaian antara kapasitas akademik yang ada dengan orientasi pengembangan yang dituju.