Program Master

Program Studi Magister Teknik Industri (PSMTI) merupakan bagian dari Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia (DTI-UI).  PSMTI dimulai dari program Magister Teknik pada Fakultas Magister Teknik pada Program Pascasarjana Bidang Ilmu Teknik (PPS-BIT) FTUI. Program Magister Teknik dimulai pada tahun 1992 dengan dibukanya Program Studi (PS) Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro dan Teknik Metalurgi. Pada tahun 2000 dibuka Program Studi Teknik Industri yang berasal dari kekhususan Manajemen Industri pada Program Studi Teknik Mesin. Secara resmi Pembentukan Program Studi Magister Teknik Industri didasarkan kepada keputusan Direktur Jenderal Pendidikan tinggi Departemen Pendidikan RI Nomor: 115/DIKTI/Kep/2001 tentang pembentukan Program Studi Magister Teknik Industri Fakultas Teknik di Universitas Indonesia. Program Studi Magister Teknik Industri dipimpin oleh Ketua Program Studi (KPS) yang dijabat secara ex-officio oleh Ketua Departemen Teknik Industri. Pada proses akreditasi terakhir yang dilakukan pada tahun 2018, PSMTI mendapatkan nilai akreditasi A dari BAN.

Profil Lulusan Program Magister (S2)

Perekayasa industri yang mampu merancang, meningkatkan, mengoperasikan, dan memelihara sebuah sistem manufaktur dan jasa yang terintegrasi dan multi tingkatan dalam rangka peningkatan produktivitas dan kualitas dari sistem melalui proses analisis dan sintesis dalam kaidah penelitian ilmiah dengan menjunjung nilai-nilai profesionalisme”.

Kurikulum Program Magister (S3)

Struktur kurikulum Program Magister TI-UI disusun dengan memperhatikan kesesuaian mata kuliah dan urutannya dengan menunjang sepenuhnya pencapaian standar kompetensi melalui perkuliahan, tugas-tugas khusus seperti tugas di luar kelas, tugas di dalam kelas baik perorangan atau kelompok, penelitian tesis, penulisan hasil penelitian tesis. Seorang calon Magister Teknik Industri dari semua skema wajib menyelesaikan dengan baik paling sedikit 44 SKS yang meliputi mata kuliah wajib program studi, mata kuliah wajib peminatan, mata kuliah pilihan serta Seminar, Tesis dan Publikasi.

KODEMATA KULIAHSKS
SEMESTER 1
ENIE801001Berpikir Sistem3
ENIE801002Metodologi Penelitian3
ENIE801003Manajemen Operasi3
ENIE801004Rekayasa Sistem Industri3
Jumlah SKS semester 112
SEMESTER 2
ENIE801005Riset Operasi Lanjut3
ENIE801006Statistik Lanjut3
Wajib Peminatan3
Wajib Peminatan3
Jumlah SKS semester 212
SEMESTER 3
Wajib Peminatan3
Wajib Peminatan3
Pilihan Peminatan2
Pilihan Peminatan2
Jumlah SKS semester 310
SEMESTER 4
ENIE800007Publikasi Ilmiah2
ENIE800008Tesis8
Jumlah SKS semester 410

Struktur kurikulum di Departemen menyediakan 5 (lima) peminatan sesuai dengan kebutuhan industri di Indonesia.

Peminatan tersebut adalah:

  1. Peminatan Inovasi dan Ergonomi (IE)
  2. Peminatan Sistem Produksi dan Logistik (SPL)
  3. Peminatan Manajemen Industri (MI)
  4. Peminatan Rekayasa Data dan Kualitas (RDK)
  5. Peminatan Rekayasa Sistem. (RS)

Peminatan Inovasi dan Ergonomi (IE)

Departemen Teknik Industri telah memiliki Laboratorium Ergonomic Center yang diakui sebagai salah satu yang tercanggih dan terlengkap di kawasan ASEAN. Faktor manusia adalah salah satu pilar keilmuan di Teknik Industri, baik secara fisik (ergonomi) maupun secara pikiran (inovasi). Dengan jumlah penduduk Indonesia berada di peringkat ke-4 dunia dengan total penduduk mencapai 253,60 juta jiwa, maka aspek manusia harus menjadi hal yang diperhatikan di Indonesia.

Dalam aspek lainnya, Indonesia harus mulai bergerak dari negara produsen ke negara inovatif yang menciptakan produk dan inovasi baru, sehingga bisa meloncat lebih maju dan segera berbeda dengan negara berkembang lainnya di Indonesia. Peminatan ini akan berfokus kepada kedua hal ini, di satu sisi meningkatkan produktivitas dari sisi manusia dan pada sisi lainnya meningkatkan kreativitas untuk mengembangkan berbagai produk atau jasa inovatif.

Bidang peminatan ini dimotori oleh Laboratorium Pengembangan Produk dan Inovasi (Prodev) dan Laboratorium Faktor Manusia (Ergonomics Center) Departemen Teknik Industri yang mempunyai visi untuk mengembangkan Human-Centered Systems Design and Innovation Center atau yang biasa disebut dengan PRISM (Pusat Riset Inovasi Sistem berorientasi Manusia), sebuah pusat riset yang berfokus kepada penyelesaian masalah dengan solusi inovatif berdasarkan Human Activity System (HAS). Pusat riset ini merupakan kolaborasi dari beberapa disiplin ilmu, di mana Laboratorium Pengembangan Produk dan Inovasi berperan dalam hal perancangan produk dengan mempertimbangkan user experience dan user needs di dalamnya. Mata kuliah wajib peminatan yang ditawarkan oleh peminatan ini adalah Manajemen Teknologi, Manajemen Inovasi, Makro Ergonomi dan Manajemen dan Rekayasa Keselamatan Kerja. Sedangkan mata kuliah pilihan peminatan yang ditawarkan adalah Manajemen Pengetahuan, Technopreneurship, Ergonomi kognitif dan Rekayasa Kinerja Manusia.

Peminatan Sistem Produksi dan Logistik (SPL)

Peminatan Sistem Produksi dan Logistik adalah cabang Teknik Industri yang mengkhususkan diri dalam disain, meningkatan dan pengoperasian sistem pembuatan dan penyimpanan barang sampai dikirim ke pelanggan. Bidang peminatan ini merupakan bidang pertama dan tradisional dalam keilmuan teknik industri yang pada awal berdirinya memang berfokus untuk menjamin produk barang dibuat dan dikirim dengan tepat jumlah, tepat mutu dan tepat waktu. Dengan kata lain produktifitas dan kualitas fasilitas produksi serta logistik harus dapat terus ditingkatkan agar berdaya saing tinggi.

Indonesia telah menyadari bahwa kondisi geografis yang bersifat maritim sebenarnya telah memberikan tantangan tersendiri di bidang produksi dan logistik. Pusat-pusat produksi yang berfokus di Jawa dengan infrastrukturnya yang baik, membuat ketidak seimbangan aliran barang ke daerah barat dan timur Indonesia, sehingga meningkatkan biaya logistik serta transportasi. Ini menjadi peluang bagi peminatan Sistem Produksi dan Logistik untuk berkontribusi secara aktif terhadap perbaikan dan pengembangan kondisi logistik maritim di Indonesia.

Peminatan ini mempunyai keahlian khusus terutama pada pengetahuan Sistem Manufaktur, Sistem Persediaan, Sistem Logistik dan Sistem Transportasi. Pengetahuan Sistem Manufaktur memahami dan meneliti aktifitas  yang  kompleks  yang melibatkan berbagai variasi sumber daya dan aktifitas termasuk perancanganproduk,  pembelian, pemasaran,  mesin dan perkakas penjualan,  perancangan  proses, dan production control. Pengetahuan SistemPersediaan memahami dan meneliti permasalahan sistem inventory dan perannya dalam mendukung kelancaran operasi sistem produksi. Termasuk proses dan metode perencanaan dan pengendalian inventory pengembangannya. Pengetahuan Sistem Logistik memahami dan meneliti sistem dan manajemen logistik termasuk perencanaan, pengorganisasian ,pengoperasian dan pengendalian sistem logistik.

Sedangkan Pengetahuan Sistem Transportasi memahami dan meneliti peran intervensi manusia  terhadap  persoalan  dan  perkembangan  teknologi transportasi termasuk analisis komponen sistem transportasi, biaya transportasi, permintaan /penawaran jasa transportasi, karakteristik  pergerakan transportasi, dasar-dasar  intermoda transportasi (darat, laut,dan udara) serta metode evaluasi kelayakan transportasi.

Peminatan Manajemen Industri (MI)

Peminatan Manajemen Industri mempertahankan konsep pendekatan program Magister Teknik Industri tradisional yang bersifat generalis sebagai jawaban atas tuntutan para sarjana teknik atau eksakta yang membutuhkan pengembangan keilmuan yang bersifat manajemen industri.

Program Peminatan Magister Manajemen Industri ini akan menghasilkan tenaga yang berkeahlian dalam Mengelola, Membuat Kebijakan dan Menyusun Strategi atas berbagai elemen penting di dalam teknik Industri, seperti Manusia, Mesin (dan Fasilitas), Barang (Material), dan Uang (Money) dalam Korporasi dan Perdagangan (dalam Negeri dan Luar Negeri); tanpa menghilangkan karakternya sebagai Ahli dalam Teknik Industri pada umumnya. Selain ilmu pengetahuan yang diberikan di dalam perkuliahan, keahlian dalam Manajemen Industri juga diperlengkap dengan berbagai peralatan Teknik-teknik dan Metoda-metoda dalam memformulasikan serta sekaligus memecahkan berbagtai persoalan dalam industri.

Wawasan di dalam Manajemen Industri tidak hanya meliputi persoalan Produksi  di dalam Pabrik, tetapi harus pula mampu mengelola lingkungan perjalanan Produk di luar Pabrik dalam upaya mencapai Konsumen. Tidak hanya sampai dalam mencapai Konsumen di Dalam Negeri, tetapi juga dalam bersaing di Dunia Internasional. Termasuk di dalamnya adalah keterkaitannya dengan berbagai Kebijakan Nasional kenegaraan dalam upaya mencapai Pendapatan Nasional yang tinggi melalui pertumbuhan dan pemerataan, serta dalam memerangi inflasi serta mengurangi pengangguran. Untuk itu, Program Peminatan Manajemen Industri memberikan mata kuliah-mata kuliah pilihan yang cukup luas dan menarik.

Peminatan Rekayasa Data dan Kualitas (RDK)

Peminatan Rekayasa Data dan Kualitas ini sangat erat kaitannya dengan Data Mining yang akhir-akhir ini semakin diminati di dunia industri. Peminatan ini menitikberatkan pada pemanfaatan data dalam jumlah besar (Big Data) yang tersedia dengan semakin mudah dan cepat, untuk mengetahui pola tersembunyi dalam data yang bisa diekstraksi menjadi informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan. Mata kuliah wajib peminatan memberikan dasar dalam pengolahan Big Data yang pad a intinya berbasis pada teknik-teknik dalam Statistika, Penelitian Operasi serta teknik komputasi lainnya. Sedangkan mata kuliah mata kuliah pilihan peminatan yang tersedia, akan semakin melengkapi pengetahuan serta kompetensi mahasiswa S2 Teknik Industri dalam pengelolaan Big Data melaluiData Mining.

Data Mining pada awalnya banyak diimplementasikan di sektorjasa. Namun dalam perkembangannya,  mulai diimplementasikan juga di sektor-sektor lain, termasuk industri manufaktur. Pada intinya, tujuan penerapan rekayasa data baik sektor jasa maupun sektor manufaktur, sama-sama ingin mencapai perbaikan kualitas pada servis maupun produknya.

Kebutuhan pasar terhadap lulusan Teknik Industri yang mempunyai kemampuan melakukan Rekayasa Data dan Kualitas, sudah sangat jelas. Hampir semua sektor mempunyai data yang melimpah baik yang dikumpulkan dengan sengaja maupun yang tidak. Bahkan, beberapa sektor sudah memiliki data stream yang terupdate secara real time, seperti perbankan, telekomunikasi, transportasi, keuangan dan beberapa industri manufaktur. Hal ini tentu memberi peluang bagi perusahaan untuk memperbaiki kinerjanya, dalam hal ini kualitas, apabila dapat mengetahui informasi apa yang tersembunyi di balik tumpukan data tersebut.

Dengan melihat peluang ini, maka pembukaan peminatan Rekayasa Data dan Kualitas ini akan semakin melengkapi kemampuan lulusan S2 Teknik Industri dalam merancang, memperbaiki dan menginstalasi sebuah sistem kerja.

Peminatan Rekayasa Sistem (RS)

Peminatan Rekayasa Sistem di dalam program studi S2 teknik industri merupakan peminatan yang berbasis kepada program System Design and Management (SDM) yang diselenggarakan oleh MIT. Definisi Rekayasa Sistem atau Systems Engineering sendiri adalahan interdisciplinary approach and means to enable the realization of successful systems. (INCOSE)”. Hal ini berarti program ini memberikan bekal kepada lulusanya untuk secara efektif dan kreatif melakukan perbaikan, perancangan dan instalasi sistem kompleks dengan menggunakan pendekatan berpikir sistem.

Berpikir sistem adalah pola berpikir melalui pencarian jawaban dari serangkaian pertanyaan untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh terhadap ciri-ciri sistem dari permasalahan yang dihadapi. Berpikir sistem membutuhkan kemampuan untuk melihat struktur umpan balik kausal dari berbagai komponen dari sistem yang dianalisa sehingga dapat membangun, memodifikasi dan mengingkatkan kualitas dari struktur mental (model mental) untuk meresponds permasalahan tersebut, dengan cara penghentian proses otomatis dari proses berpikir lalu bertanya secara terstruktur dan aktif mendengarkan jawaban dari pertanyaan tersebut melalui proses yang interaktif dan holistik.

Peminatan ini dibuka di Program Magister Teknik Industri, mempertimbangkan bahwa perkembangan permasalahan Indonesia telah pula menciptakan kebutuhan untuk menerapkan pola dan cara sistem dalam memecahkan berbagai problem yang semakin kompleks. Sehingga dibutuhkan kemampuan dasar untuk

  • menggunakan pola analisa sistem untuk memahami berbagai komponen tantangan teknis dan managerial dari problematika sistem yang kompleks;
  • cara pandang yang terinterkoneksi dan kontekstual; dan
  • berinovasi dan memecahkan masalah dari cara pandang holistik secara sistem

 

We usually reply with 24 hours except for weekends. All emails are kept confidential and we do not spam in any ways.

Thank you for contacting us :)

Enter a Name

Enter a valid Email

Message cannot be empty

error: Content is protected !!