Secara sederhana dan singkat, apakah yang kita pelajari di TI?
Ahli TI dikenal dengan berbagai macam julukan, salah satunya yaitu “pakar efisiensi dan produktivitas” (efficiency expert/productivity expert), dimana ahli TI diminta untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari suatu sistem industri jasa maupun manufaktur, apakah itu pabrik, supermarket, Rumah Sakit, perbankan, dsb. Dapat dikatakan hampir semua bidang ilmu praktis pasti meningkatkan efisiensi dan produkstivitas, namun TI berbeda karena berfokus tidak hanya perbaikan kepada sub-sistem, namun konektivitas dari sub-sistem tersebut, sehingga dicari tahu bagaimana konektivitas ini dapat menghasilkan sebuah sistem yang terintegrasi. Untuk itu seorang ahli TI mempertimbangkan semua sub-sistem yang berpengaruh dalam sebuah industri yang secara sederhana dikenal dengan 5M: Man, Money, Machine, Material dan Methods. Maka jika harus didefinikan secara singkat maka seorang TI adalah A Systems Solution Engineers.
Benarkah bahwa ilmu TI tidak berbeda dengan manajemen?
Manajemen memiliki arti yang sangat luas, berdasarkan definisinya “mengatur melalui orang lain”, maka akan sangat sulit mengatakan bahwa keilmuan TI tidak mengandung unsur manajemen. Efektivitas sistem manajemen akan pula dilihat dari seberapa luas pertimbangan-pertimbangan yang diambil dalam pengambilan keputusan, keilmuan TI mewajibkan untuk mempertimbangkan semua faktor, seperti faktor teknis, keuangan, manusia, material, dan energi.
Perbedaan utama yang penting antara TI dan manajemen adalah adanya unsur rekayasa (Teknik/Engineering) yang kuat. Salah satu unsur terpenting dalam rekayasa adalah desain dan instalasi. Itulah mengapa kuliah-kuliah di TI memfokuskan diri secara seimbang terhadap aspek desain dan instalasi, sehingga ini menjadi kekuatan tersendiri bagi lulusan TI dibandingkan program studi lain yang berorientasi kepada manajemen murni.
Dalam sebuah artikel yang dipublikasikan oleh Majalah Industrial and Systems Engineers berjudul “The Chameleons of Engineering”, Lulusan TI memiliki keunggulan berikut ini:
Consider how IEs approach and accomplish their work, and therein lies the secret sauce to their versatility. Here are some examples of what makes IEs unique:
How they consider risk: IEs actually consider risk and quantify it without fearing it, both at work and home. Have you ever alerted someone to a risk that was very likely to happen? Then when they ignored you and it actually occurred, you didn’t even say “I told you so.” An IE would take this as an opportunity to help them resolve the issue by assembling a full FMEA (failure mode and effects analysis).
TIUI mengatakan akan fokus ke SSE (Service Systems Engineering), apa artinya di kurikulum dan perkuliahan?
Mempertimbangkan adanya kesepakatan tentang kurikulum inti teknik industri di Indonesia, maka kurikulum Teknik Industri UI secara relatif tidak memiliki perbedaan banyak dengan kurikulum TI lain di Indonesia. Sehingga yang dimaksud dengan fokus ke Service Systems Engineering adalah pada studi kasus, tugas analisa, tugas studi kasus, tugas perancangan serta materi perkuliahan. Kalimat Sistem juga berarti terdapat pergeseran paradigma Teknik Industri, dari berfokus kepada barang atau layanan, ke arah sistem barang atau layanan.
Jika TIUI fokus ke SSE yang berarti sistem jasa, apakah saya bisa bekerja dibidang non Jasa?
SSE bukanlah spesialisasi, peminatan, atau kekhususan. SSE adalah sebuah paradigma dan cara berpikir unik yang berakar pada konsep Berpikir Sistem, bagi Lulusan Teknik Industri UI yang bisa membuatnya berbeda dengan lulusan teknik industri kampus lain. Sebagai sebuah paradigma dan kerangka pikir, maka lulusan TIUI dapat mengidentifikasi potensi perbaikan atau peningkatan kualitas yang lebih baik dan luas sehingga memaksimalkan fungsinya, baik sebagai productivity engineer, quality engineer, efficiency engineer serta system engineer